Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Cara Mudah Melakukan Refleksi Saraf

Written By Unknown on Sabtu, 23 Juni 2012 | 22.04

Cara Mudah Melakukan Refleksi Saraf Teknik untuk refleksi saraf umumnya memang memakai pijatan. Namun sebenarnya, ada teknik lain untuk melakukan refleksi saraf ini.

Tomi Hardjatmo, pakar akupuntur dari Rumahsakit Sint Carolus, Jakarta bilang, sebenarnya ada lima cara atau teknik refleksi. Pertama, teknik pijatan. Teknik yang sudah umum ini juga disebut dengan refleksi mekanik.

Teknik yang kedua adalah refleksi listrik. Di sini, refleksi dilakukan dengan menggunakan aliran listrik bertegangan kecil. Refleksi jenis ini banyak dijumpai di pusat perbelanjaan modern dan juga bandara. Ketiga, refleksi termal. Refleksi ini menggunakan suhu panas atau dingin untuk merangsang saraf. Contohnya mandi air panas dan sauna. Teknik ini dipercaya bisa mengurangi ketegangan pada otot-otot tubuh.

Teknik yang keempat, refleksi kimia. Teknik ini menggunakan obat-obatan yang disuntikan ke otot-otot tertentu. Lantaran memakai suntikan obat, hanya dokter saja yang boleh memberikannya.

Sedangkan yang terakhir, refleksi gelombang elektromagnetik. Caranya, gelombang akan dipancarkan ke daerah tertentu untuk memberikan rangsangan pada saraf.

Tomi menjelaskan, teknik refleksi saraf itu tidak akan menimbulkan efek samping, kecuali dilakukan dengan dosis yang berlebihan. "saraf mampu menahan tekanan, tapi ada batasnya," jelasnya.

Selain tak boleh berlebihan, refleksi juga jangan menggunakan alat-alat berbahaya. Terutama alat yang bisa masuk ke jaringan otak, seperti jarum kait. Pasalnya, alat ini berpotensi merusak saraf.

Akibatnya tentu saja bisa menimbulkan hipestesia alias penyakit berkurangnya kinerja saraf secara permanen. Jadi, saraf tidak bisa menerima rangsangan meskipun telah diberi berbagai perlakuan. Efek terparah bisa menimbulkan kelumpuhan.

Pijat refleksi juga tidak disarankan bagi orang memiliki saraf sensitif terhadap tekanan sebab malah bisa menimbulkan sakit.

Ilham Batu, ahli bedah saraf dari Rumahsakit Pondok Indah (RSPI) Jakarta bilang, mereka yang memiliki saraf sensitif bisa menggunakan cara lain untuk menghilangkan pegal dan mengurangi ketegangan otot, yakni dengan tidur. "Tidur merupakan proses recovery yang dapat menghilangkan penumpukan asam laktat di otot-otot," ujarnya.

Ilham menyarankan agar mereka mengkonsumsi multivitamin yang merupakan makanan bagi saraf, sehingga saraf bisa menerima rangsangan secara normal Cara Mudah Melakukan Refleksi Saraf.
22.04 | 0 komentar | Read More

Lancarkan Aliran Darah Dengan Refleksi

Lancarkan Aliran Darah Dengan Refleksi Jasa pijat refleksi kini ibarat jamur di musim penghujan. Di Jakarta dan sekitarnya, Anda bisa dengan mudah menjumpai tempat yang menawarkan jasa pelemas otot ini. Bahkan, banyak yang membuka usaha jasa pijat refleksi ini di pusat-pusat perbelanjaan.

Menjamurnya tempat pijat refleksi tak lepas dari kebutuhan warga kota. Maklum, hidup di kota-kota besar seperti Jakarta yang sumpek gampang membuat badan letih. Selain beban pekerjaan kantor, lalu-lintas yang macet juga bisa membuat saraf tubuh menjadi tegang. Apalagi kalau Anda tergolong jarang berolahraga secara teratur. Akibatnya, stamina tubuh pun menjadi tidak fresh alias gampang loyo. Kalau sudah begini, pergi ke tempat pijat refleksi bisa menjadi solusi yang tepat.

Selain memberikan kebugaran jasmani, pijat refleksi juga bisa membuat daya tahan tubuh tetap prima. "Sehingga badan tetap sehat dan tidak gampang sakit," kata Bambang Wahyudi, pakar pijat refleksi dan terapi holistik.

Menurut Bambang, pijat refleksi bisa membuka simpul-simpul saraf pembuluh darah. Terbukanya simpul saraf akan membuat aliran darah menjadi lebih lancar. Pembuluh darah itu meliputi pembuluh nadi dan pembuluh balik.

Dengan refleksi, aliran darah pada pembuluh nadi akan berjalan lebih lancar. Aliran darah ini membawa darah bersih dari jantung ke jaringan tubuh. Darah bersih tersebut mengandung makanan yang dibutuhkan jaringan tubuh.

Sementara, pembuluh balik akan membawa sisa-sisa metabolisme yang tertinggal di jaringan tubuh ke jantung untuk diproses. "Keseimbangan tubuh menjadi lebih mantap, kadar-kadar dalam darah pun akan normal," kata Tomi Hardjatmo, pakar saraf dan akupuntur Rumah Sakit Sint Carolus, Jakarta.

Dengan begitu, berbagai penyakit akibat peredaran darah yang tidak lancar bisa disembuhkan. Misalnya, sakit kepala, depresi, asma, hingga sindrom pra menstruasi. Caranya, hanya dengan memijat pada titik-titik saraf tertentu yang berada di telapak kaki. "Pasien saya banyak yang sembuh," ujar Bambang.

Mencegah penyakit kronis Selain itu, pijat refleksi juga mampu mencegah munculnya penyakit kronis. Sebab, lewat pijat refleksi, akan ketahuan organ-organ dalam tubuh yang bermasalah, seperti hati, ginjal, limpa, paru-paru, jantung, dan pankreas.

Organ-organ itu berhubungan dengan saraf di telapak kaki. Telapak kaki bagian atas, misalnya, berhubungan dengan dada dan paru-paru. Jika seseorang merasakan sakit saat pemijatan pada saraf tersebut, berarti ada yang tak beres dengan paru-parunya.

"Pijatnya hanya pelan, tapi sakitnya luar biasa. Kami akan menyarankan agar yang bersangkutan segera cek kesehatan ke dokter," kata Mohammad Zaenal Mahasin, pemilik Omah Refleksi.

Selain itu, biasanya ada tanda-tanda khusus lain yang bisa diketahui oleh si terapis atau pemijat. Pada saraf yang dipi jat, terapis akan menemukan semacam gumpalan seperti pasir. "Kalau normal, titik saraf itu akan terasa halus, tapi kalau ada yang sakit, rasanya berbeda," kata Zaenal Lancarkan Aliran Darah Dengan Refleksi.
22.02 | 0 komentar | Read More

Menfaat Kedokteran Pijit Refleksi

Menfaat Kedokteran Pijit Refleksi Meskipun diakui bisa membuat badan lebih bugar, keampuhan pijat refleksi masih belum diakui sebagai teknik pengobatan dalam dunia kedokteran.

Tomi Hardjatmo, pakar saraf dan akupunktur dari Rumah Sakit Sint Carolus, Jakarta, mengatakan, pijat refleksi memang bisa membuat badan lebih segar. Namun, sampai saat ini belum ada pembuktian secara ilmiah. Oleh sebab itu, beberapa dokter tidak merekomendasikan pijat refleksi.

"Tetapi juga tidak melarang," kata Tomi yang juga pengajar neurologi di Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Tomi mengatakan, di dunia medis ada empat teori yang berkembang tentang sistem kerja pijat refleksi. Pertama, pijat refleksi bekerja melalui sistem refleks. Dalam sistem ini, pijat refleksi akan memberikan rangsangan berupa tekanan pada saraf-saraf tertentu yang akan diterima oleh saraf reseptor atau saraf penerima rangsang.

Dari reseptor, rangsangan akan berubah menjadi aliran listrik yang akan menjalar ke sumsum tulang belakang, yang kemudian akan meneruskannya ke otak dan sebagian lagi ke jaringan otot. Nah, aliran listrik inilah yang akan menghilangkan gangguan yang ada di jaringan otot, seperti pada kaki, tangan, jantung, hingga organ dalam.

Teori kedua, pijat refleksi bekerja melalui sistem hipotik atau teori tendon refleks. Dalam teori ini, pijatan pada otot akan menimbulkan tekanan pada tendon.

Sekadar Anda tahu, tendon merupakan jaringan penghubung otot dengan tulang. Nah, tendon yang tertekan akan menimbulkan aliran listrik khusus yang disebut piezo electric. Sebenarnya, piezo electric sudah terdapat dalam tendon, tetapi jumlahnya kecil. Namun, lewat proses pijat, kadar piezo electric pun meningkat sehingga mengalir ke otot dan menghilangkan keluhan pada organ-organ tubuh. "Asam laktat yang mengakibatkan pegal-pegal pada otot kaki dan tangan bisa hilang," kata Tomi.

Ketiga, pijat refleksi bekerja melalui sistem getah bening. Getah bening merupakan zat yang terdapat di seluruh tubuh bersama-sama pembuluh darah. Fungsinya sebagai pembawa sisa-sisa metabolisme dalam tubuh ke jantung. Bila ada pemijatan, aliran getah bening akan lebih lancar sehingga sisa-sisa metabolisme akan lebih cepat dibuang.

Teori keempat, pijat refleksi bekerja melalui sistem pembuluh darah. Saat bagian tubuh dipijat, pembuluh darah juga akan merasakan tekanan yang berulang. Efeknya, aliran darah menjadi lebih lancar. "Tetapi itu semua masih teori dan dunia kedokteran masih abstain tentang pijat refleksi." kata Tomi Menfaat Kedokteran Pijit Refleksi.
21.58 | 0 komentar | Read More

Pegal Linu Kebanyakan Kerja Duduk

Pegal Linu Kebanyakan Kerja Duduk Kebanyakan orang pernah mengeluh tubuhnya pegal-pegal. Rasa nyeri di sekitar pinggang, linu di persendian, dan otot terasa kaku adalah keluhan yang kerap dialami banyak orang.

Penyebab munculnya pegal badan ini bisa bermacam-macam. Selain karena olahraga berlebihan atau beraktivitas berat, pegal-pegal juga bisa disebabkan karena kebanyakan duduk di kantor.

Dokter Suhanto, Kepala Bidang Pelayanan Medis Rumah Sakit Mediros, mengatakan, pegal-pegal di badan muncul karena kurangnya relaksasi otot. Ia mencontohkan orang yang bekerja terlalu lama di depan komputer. Karena pergerakan tubuhnya statis dan terbatas, ia bakal gampang terserang pegal-pegal badan.

"Umumnya, rasa pegal itu berasal dari otot tegang atau kaku," ujar Suhanto.

Menurut Suhanto, pegal-pegal bisa menyerang hampir semua bagian tubuh, seperti punggung, leher, tangan atau kaki. Jika pegal sudah menyerang, badan pasti terasa tidak enak. Tak jarang, kondisi ini membuat nafsu makan seseorang menjadi turun.

Alhasil, tubuh akan terasa lemas dan lesu. Meski begitu, banyak orang menganggap pegal-pegal sebagai masalah sepele. Sebab, kadang dengan istirahat yang cukup atau dipakai tidur saja, pegal-pegal di sekujur badan bisa hilang dengan sendirinya.

Pertanda penyakit Bagi yang mengalami pegal-pegal ringan memang bisa disembuhkan dengan istirahat cukup. Tetapi, untuk kasus tertentu, istirahat saja mungkin tidak cukup.

Contohnya, mereka yang mengalami pegal-pegal dalam kurun waktu lama. Bisa jadi ia terserang sindrom kelelahan kronis atau chronic spastic syndrome. Dalam kasus ini, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Siapa tahu itu pertanda datangnya sebuah penyakit.

Nah, ada baiknya Anda jangan menyepelekan ketika mengalami pegal dan linu di badan. Di balik rasa pegal itu terkadang bersemayam penyakit tertentu.

Dalam hal ini, pegal-pegal di badan kita bukan karena faktor kecapaian kerja. Namun, karena ada virus yang menyerang tubuh. Kalau itu yang terjadi, pegal-pegal bisa menjadi masalah kesehatan yang serius.

Contohnya adalah orang yang terserang virus influenza. Biasanya, gejala yang muncul dari penyakit ini adalah pegal-pegal di sekujur tubuh. Setelah itu baru diikuti oleh demam dan hidung mengeluarkan cairan. Gejala serupa juga terjadi jika kita akan terserang penyakit lain, seperti demam berdarah atau cacar air.

Jika pegal badan diikuti rasa lemah, letih, dan lesu, Anda juga harus hati-hati. Jangan-jangan itu mengindikasikan penyakit kurang darah atau anemia. Pegal-pegal badan juga dialami oleh penderita penyakit lain, seperti hepatitis atau penyakit rematik.

Dokter Erin Destrini dari Klinik Jakarta Medical Center (JMC) menambahkan, pegal-pegal di badan juga bisa mengindikasikan seseorang terserang penyakit asam urat atau herpes. "Virus herpes tersebar melalui udara, jika stamina lemah, akan mudah terkena," ujarnya.

Pegal-pegal juga bisa menjadi ciri seseorang terserang penyakit persendian yang serius, seperti penyakit amyotropic lateral sclerosis (ALS), rheumatoid arthritis, polymyositis, serta multiple sclerosis. "Makanya jangan remehkan pegal-pegal. Apalagi untuk pegal-pegal yang fatal, itu harus segera ditangani oleh dokter," tutur Erin.

Mereka yang lebih banyak beraktivitas di ruangan ber-AC juga diimbau lebih berhati-hati. Sebab, udara lembab di ruangan tertutup tidak baik untuk kesehatan dan bisa menjadi penyebab munculnya rasa lelah dan pegal-pegal di tubuh.

"Jadi, jika Anda bekerja di ruang ber-AC, sempatkan untuk keluar sebentar di tempat yang terkena sinar matahari, ini penting buat kesehatan," saran Erin Pegal Linu Kebanyakan Kerja Duduk.
21.56 | 0 komentar | Read More

Salah Pijit Saraf Menimbulkan Memar

Salah Pijit Saraf Menimbulkan Memar Beberapa orang memilih jalan cepat untuk menyembuhkan pegal-pegal, misalnya dengan pijat atau mengonsumsi obat penghilang rasa pegal.

Dokter Suhanto, Kepala Bidang Pelayanan Medis Rumah Sakit Mediros, bilang, mengobati pegal dengan pijat memang tidak dilarang. "Dengan pijat yang tepat, ketegangan bisa direlaksasi," ujarnya.

Erin Destrini, dokter dari Klinik Jakarta Medical Center (JMC), juga mengatakan hal yang sama. Namun, pijat tidak boleh dilakukan sembarangan. Pijat harus dilakukan oleh orang yang memang mengerti secara khusus soal anatomi tubuh. "Soalnya, jika titik saraf yang dipijat salah, bukan kesembuhan yang diperoleh, tetapi malah memar di tubuh kita," katanya.

Pemijatan pada intinya adalah membuka simpul-simpul saraf pembuluh darah. Dengan terbukanya simpul saraf akan membuat aliran darah menjadi lebih lancar. Dengan demikian, aliran ini akan membawa darah bersih dari jantung ke jaringan tubuh sehingga kerja tubuh akan berjalan seimbang.

Selain dengan pemijatan, menghilangkan pegal-pegal bisa juga dilakukan dengan mengonsumsi obat. Namun, ingat, obat-obatan yang bebas dijual di toko obat atau apotik saat ini kebanyakan merupakan obat berjenis analgesic atau obat untuk menghilangkan rasa sakit saja.

Sebelum mengonsumsinya, lebih baik Anda konsultasikan dulu dengan dokter. Soalnya, bisa jadi Anda tidak cocok dengan obat jenis ini sehingga malah menimbulkan efek samping.

Namun, menurut Erin, lebih baik melakukan pencegahan daripada mengobati. Caranya dengan menjalankan pola hidup sehat.

Pola hidup sehat seperti menghindari makanan yang mengandung protein tinggi yang bisa memicu pegal-pegal. Contoh makanan berprotein tinggi adalah daging dan juga kikil.

Pola hidup sehat juga bisa dilakukan dengan rutin mengonsumsi air putih minimal 8 gelas sehari serta memperbanyak konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan.

Akan tetapi, ingat, Anda juga jangan lupa menyeimbangkannya dengan melakukan olahraga. Bagi yang bekerja di ruangan, jangan lupa menyempatkan diri untuk menggerak-gerakan bagian tubuh atau jalan-jalan Salah Pijit Saraf Menimbulkan Memar.
21.55 | 0 komentar | Read More
Techie Blogger